Kepala Puslatan Kementan Masifkan Low Cost Precision Farming

banner 120x600

JKM.COM, BALI – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong agar penerapan program smart farming di Indonesia terus dilakukan.

Menurutnya, smart farming adalah solusi pasti bagi peningkatan nilai tambah produk pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi, sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi bisa diwujudkan.

“Dengan efisiensi, marginnya bisa kita naikan. Saya kira semua bisa kita wujudkan dengan kebersamaan. Dan ingat pertanian itu memberi keuntungan dan memberi kebaikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengungkapkan saat ini adalah eranya generasi milenial dalam mengambil peran dan kesempatan.

Menurutnya, kemajuan pertanian harus didukung petani milenial karena milenial memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Di era 4.0 ini ada lima hal yang harus di pegang oleh petani milenial, yaitu rencana, antusias, ilmu, pengetahuan, keterampilan dan aksi nyata. Jika itu semua ada di genggaman kalian impian mu pasti akan terwujud,” tutur Dedi

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan),  Lely Nuryati melalui Yulia Asni Kurniawati mengatakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BBPSDMP) Kementerian Petanian (Kementan) akan terus berusaha memasifkan Low Cost Precision Farming.

Hal ini diwujudkan dengan diselenggarakannya Bertani on Cloud (BoC) pada Kamis, (29/12).

Adapun, yang bertindak sebagai pemateri pada program BoC yang telah berlangsung selama 210 volume yakni Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lambung, Abdul Roni Angkat dengan didampingi oleh petani milenial asal Bali yang terkenal dengan jargon ‘Petani Muda Keren’, AA. Gede Agung Wedhatama.

Penulis: Tota Totor Naibaho, SP, MP.
Editor: M. Irfan Karuniawan,S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan