Cegah Stunting, Unipa Surabaya Dampingi Warga Desa Krembung Manfaatkan Daun Kelor dan ProdukVCO

banner 120x600

JKM.COM, SURABAYA – Terdapatnya balita stunting di wilayah Sidoarjo menjadi perhatian Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Upaya pencegahan stunting dilakukan dengan mendampingi warga Desa Krembung, Kecamatan Sidoarjo agar bisa memanfaatkan bahan pangan lokal dengan nilai gizi tinggi.

Program pendampingan masyarakat tersebut bertajuk Diversifikasi Produk VCO dan Pemanfaatan Tanaman Kelor Dalam Mengatasi Balita Stunting di desa tersebut.

Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdeka) berbasis IKU (Indikator Kinerja Utama).

Program ini disosialisasikan ke ibu-ibu balita warga Desa Krembung, kader posyandu dan para perangkat desa, di kantor desa pada Rabu 21 Desember 2022 yang lalu.

Ketua Tim Pelaksana Program, Retno Setyo Iswati, SST., M.Keb. menjelaskan, dalam kegiatan ini, pihaknya telah mensosialisasikan, mendemonstrasikan dan mendampingi kader posyandu dan ibu-ibu balita, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang balita stunting dan bahan pangan lokal dengan nilai gizi tinggi.

“Kami juga mendemonstrasikan tanaman kelor dan produk VCO menjadi berbagai macam jajanan sehat yang disukai balita seperti puding dan es krim,” kata Retno didampingi anggota Tim Pelaksana, Indria Nuraini, SST., M.Kes. dan Dr. Diana Evawati, S.Pd., M.Kes usai sosialisasi.

“Dalam kegiatan ini, kami memotivasi masyarakat mitra untuk peningkatan kualitas gizi balita dengan memanfaatkan bahan pangan lokal,” cetus Retno yang juga dosen Program Studi S1 Kebidanan.

Indria Nuraini selaku Dosen Pendidikan Profesi Bidan juga menambahkan, dalam kegiatan ini, kader posyandu dan ibu balita diberikan pemahaman tentang stunting dan bahan pangan lokal seperti kelor dan produk VCO yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas gizi balita .

Selain itu juga dijelaskan beberapa dampak kesehatan balita stunting baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang.

Semrntara itu, Fatchul Karip, Sekretaris Desa Krembung menambahkan, sebenarnya parameter stunting ini kurang jelas. Maka dengan acara ini, dia berharap mendapat kejelasan atas balita stunting sehingga pencegahan sejak dini bisa dilakukan.


“Ini adalah upaya yang bagus. Dengan memahami ini (stunting-red) kami bisa tahu. Dan kedepan harapan kami. Bayi-bayi di desa kami lahir sehat dan terhindar dari stunting,” katanya


banner 336x280

Tinggalkan Balasan