Kemenpan RB 541 Tahun 2023 Menetapkan Inovasi Biotron Kementan Masuk Top 99 Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik 2023

banner 120x600

JKM.COM, KALSEL – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dua persen dari tujuh juta hektare tanah sudah mengalami degradasi. Hal ini tidak terlepas dari maraknya penggunaan pupuk di kalangan petani yang tidak berimbang.

”Kita sudah mengalami degradasi kualitas tanah, terutama di Jawa. Oleh karena itu, untuk menyuburkan kembali tanah kita, salah satunya melalui pupuk organik yang mau atau tidak harus kita lakukan,” jelas Menteri Syahrul.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengambil langkah langkah yang cepat, salah satunya melalui Biochar 3 in 1 atau Biotron. Hal ini merupakan suatu terobosan cemerlang dari Kementan, yang turut disertakan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan tantangan pembangunan pertanian, climate change, degradasi lahan, saprodi terbatas, pupuk kimia mahal, produksi tidak efisien dan menurun.

”Biotron hadir sebagai solusi disaat pupuk kimia mahal, biotron berfungsi menyediakan oksigen, menyediakan air, menyediakan nutrisi, menyediakan rumah bagi microba penyubur tanah, memperbaiki struktur dan PH tanah, mengendalikan OPT dan meningkatkan hasil tanaman,” jelas Dedi pada Senin, (31/7).

Implementasi biotron bertahap 6-7 ton per-tahun (3 musim) sehingga dalam tiga tahun tercapai dosis optimal 20 ton/ha dan mampu mengurangi pupuk kimia 40-50 persen.

”Pupuk subsidi 2023 ada sebanyak 9,01 juta ton Rp. 20,7 T sehingga penghematan pupuk subsidi Rp. 8,28 T sampai Rp. 10,35 T,” jelas Dedi.

Dedi juga menyampaikan untuk Peningkatan hasil padi di lahan rawa Dadahup, Kalteng yang sebelumnya 2,1 ton/ha menjadi 3,7 ton/ha.


”Biotron akan segera diimplementasikan di dalam program Genta Organik di seluruh pelosok tanah air,” tambah Dedi.

Tindaklanjut Keputusan menteri PAN-RB Nomor 541 Tahun 2023, dilakukan verifikasi lapangan dan observasi terhadap Inovasi Biotron di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dan Kelompok Tani di Desa Masingai 2, Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Dipercaya Mewakili Kementerian Pertanian untuk Mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023.

Melalui kesempatan tersebut, Desa Masingai 2 bersama BBPP Binuang menyampaikan inovasi Biotron kepada tim verifikasi dan observasi lapangan Kemenpan RB.Untuk menentukan TOP 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023.

Kementerian Pertanian saat ini masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, dimana BBPP Binuang menggandeng BPP Kembang Kuning dan para kelompok tani dalam pengembangan inovasi Biotron sebagai samping verifikasi lapang dan observasi diantara 38 kelompok, desa, kabupaten lainnya yang telah menerapkan inovasi Biotron.

Pada 24 Juli 2023, tim penilai dari Kementerian PAN RB melakukan verifikasi dan observasi lapangan terhadap inovasi tersebut secara online. Melalui Zoom Meeting, Inovator bersama Kepala BBPP Binuang memaparkan langsung proses dan hasil dari temuan Biotron tersebut.Verifikasi lapang dan observasi I di lahan praktek Inkubator Agribisnis,BBPP Binuang.

Sementara itu, mewakili Kementerian Pertanian, Koordinator Program dan Evaluasi BBPP Binuang, Joko Tri Harjanto, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis untuk bisa masuk ke dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Ia berharap pengembangan Biotron ini akan terus diperluas dan dapat diterima oleh para petani.

“Kedepan jika kita masuk top 45, kita berharap kita dapat masif kan kegiatan dengan menggunakan Biotron dan nanti kita akan galakkan, atau nanti akan perbanyak bimtek di beberapa titik yang sudah menggunakan Biotron, sudah dilakukan perlakuan menggunakan Biotron, sehingga kita bisa mendapatkan hasil-hasil yang bisa kita hitung dengan pasti tentang keuntungan menggunakan Biotron,” ungkap Joko Tri Harjanto, Koordinator Program dan Evaluasi BBPP Binuang.

Penemuan inovasi Biotron diharapkan dapat dinilai manfaatnya untuk pertanian ke depan, utamanya dapat menjadi solusi dalam mengatasi kelangkaan pupuk, serta untuk menggalakkan gerakan tani pro organik.

Biotron merupakan perpaduan antara biochar plus pupuk organik dan agen hayati. Biotron berfungsi untuk menyediakan oksigen, air, dan nutrisi bagi tanaman melalui mikroba penyubur tanah yang terkandung.

Selanjutnya pada tanggal 26 Juli 2023 dilakukan tahan II. Saat ditemui usai Zoom Meeting, Koordinator BPP Kembang Kuning Hotim, menjelaskan bahwa Biotron sendiri sudah diaplikasikan pada tanaman padi di area sawah Kelompok Tani Rukun Tani Sentosa melalui Genta Pro Organik beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah sudah kita rintis, kita praktekkan, kita aplikasikan ke tanaman padi yang bisa dilihat hasilnya di hamparan sawah bilulang Kelompok Tani Rukun Tani Sentosa, ini sudah memasuki umur 1 bulan setengah ini umur padinya.” tutup Hotim Koordinator BPP Kembang Kuning.

Penulis: M.Irfan Kurniawan/ Budiono


banner 336x280

Tinggalkan Balasan