JKM.COM,MELAWI – Koperasi unit desa Mitra Usaha Agro (KUD MUA) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan dibarengi pergantian pengurus baru di aula rapat hotel nite & day Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh pada Sabtu, (26/7/2025).
Dalam acara tersebut dihadiri anggota koperasi dari 18 Desa, sejumlah kepala desa, Ketua Komisi III DPRD Melawi, Oktafianus, Ketua APKASINDO Melawi, Sopian Hadi serta Manajemen PT. RKA.
Ketua Komisi III DPRD Melawi, Oktafianus mengapresiasi terlaksananya RAT KUD MUA yang merupakan mitra kebun sawit PT.Rafi Kamajaya Abadi (RKA).
“Rapat Anggota tahunan koperasi memiliki beberapa manfaat penting,” ungkap politisi asal Golkar itu.
Lanjutnya, manfaat RAT antaranya adalah sebagai ajang evaluasi kinerja pengurus, transparansi dalam pengelolaan koperasi, dan sarana pengambilan keputusan strategis untuk masa depan koperasi.
“RAT juga merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota,” ujarnya.
Oktafianus juga mengkritisi sejumlah pekerjaan rumah (PR) koperasi dan pihak perusahaan yang harus segera diselesaikan. Terutama berkaitan tentang hak hak petani seperti lahan plasma yang sudah lama dinantikan.
“Pihak perusahaan PT RKA Harus punya komitmen serius dalam pembagian lahan plasma petani, agar hasil petani bisa meningkat,” pintanya.
Dirinya juga meminta agar Calon petani dan calon lokasi (CpCL) bisa segera disahkan, dengan harapan program perkebunan kelapa sawit diarea perusahaan dapat berjalan maksimal dan memberikan kontribusi positif bagi petani.
“Pemerintah juga harus memperkuat pengawasan, terutama terkait lahan lahan tidur yang belum tergarap, ” ujarnya.
Sementara itu, Budi jono pengurus koperasi periode 2020-2025 mengakui bahwa banyak tantangan dan kendala yang dihadapi pengurus lama dalam upaya meningkatkan penghasilan anggota.
“Masalah utamanya adalah lahan plasma serta CPCL yang belum disahkan. Karena sebagian besar petani hanya mendapat sekedar kopensasi saja dan nilai nya pun sangat kecil,” bebernya Budi
Ia berharap kepengurusan Koperasi yang baru nanti dapat melanjutkan kembali program program yang sudah berjalan. Terutama mendorong kepada pemerintah dan pihak perusahaan agar segera merealisasikan plasma petani.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan management perusahaan, Yusrizal mengatakan usulan CPCL sudah disampaikan kepada pemerintah melalui Dinas Pangan dan Perkebunan tinggal menunggu disahkan saja oleh Bupati Melawi.
“Dari 18 desa, sudah 14 desa yang Usulan CpCL kita sampaikan ke Dinas Panbun,tinggal nunggu disahkan pemerintah saja,” jelas Yusrizal
Pihak perusahaan berharap hubungan kemitraan antara koperasi bisa terus berjalan. Terkait Plasma, ungkapnya tentu menjadi komitmen kuat perusahaan untuk mewujudkannya. Selain itu juga dukungan dari pemerintah juga sangat diharapkan.
“Jadikan masa belakang sebagai histori dan masa depan untuk kemajuan,” harapnya.













