Mantapkan Transfer Ilmu, Peserta Pelatihan Smart Farming lakukan Kunjungan Lapang

banner 120x600

TANAH LAUT – KALSEL, JKM | Rangkaian Pelatihan Smart Farming Bagi Petani Milenial Angkatan III (Program Readsi 2022) masih berlangsung semarak.

Setelah sebelumnya, Peserta diajarkan tentang Sistem Pertanian Cerdas berbasis IT, kini Peserta Pelatihan diajak untuk melakukan Kunjungan Lapangan.

Peserta tampak sangat antusias melakukan kunjungan lapang, sembari melontarkan pertanyaan pada fasilitator dilapangan.

Kunjungan dilakukan yang dipusatkan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Pelaihari Tanah Laut, Serta SMK-PP Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Peserta Pelatihan berjumlah 30 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Sambas serta Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memberikan motivasi kepada petani milenial bahwa, “penerapan smart farming di era Revolusi Industri 4.0 adalah suatu keharusan dan sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian,” jelasnya.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi sesaat setelah membuka pelatihan mengatakan, “Pertanian Smart Farming merupakan Pertanian yang dapat meningkatkan efisiensi. Smart Farming merupakan Produk Bio Science & Bio Technology,” ungkapnya pada Rabu, (30/03/2022).

“Saya berharap, peserta harus betul betus serius dan bekerja keras di bidang Pertanian,” harap Kepala Badan.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pelatihan Kementerian Pertanian, Lely Nuryati saat pembukaan pelatihan ini. Beliau mengatakan, “Kita tidak cukup mengikuti pelatihan di kelas,melainkan harus terjun langsung praktek di lapangan,” Paparnya.

“Readsi sebagai salah satu program yang dimotori oleh IFAD, terpilih menjadi program terbaik,” lanjut lely.

“Pertanian yang modern harus diterapkan dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu kita perlukan peran Petani Milenial untuk mewujudkan Pertanian modern,” Tambah Kapuslatan.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati saat membacakan Laporan Penyelenggaraan Pelatihan mengatakan, “Pelatihan Smart Farming bagi Petani Milenial penting sebagai salah satu upaya mencetak pelaku utama dan pelaku usaha yang unggul, adaptif, menguasai, serta menerapkan teknologi dalam usahatani,” paparnya.

(Soleh/Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan