Kajiwidya Widyaiswara Tingkatkan Profesionalisme dan Pengabdian Masyarakat

banner 120x600

JKM.COM,KALSEL – Masyarakat Indonesia identik dengan masakan pedas. Hampir di setiap kuliner nusantara, cabai rawit merah menjadi andalan.

Berdasarkan data ketersediaan cabai, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyampaikan bahwa produksi cabai besar nasional pada bulan Juni sebanyak 78.040 ton dan cabai rawit 1.723 ton.

Sementara kebutuhan untuk cabai besar diperkirakan 76.317 ton sehingga neraca cabai besar surplus 1.723 ton.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan insan pertanian untuk selalu meningkatkan produktivitas pertanian.

“Pertanian saat ini bukan yang dulu, tidak hanya bicara tanam saja tapi harus berorientasi bisnis. Jadi pertanian bicara bagaimana proses pra budidaya, budidaya, perawatan, panen, hingga pasca panen. Intinya bagaimana kita bisa meningkatkan produktivitas hingga menghasilkan cuan,” kata Dedi pada Selasa, (29/11).

Hal ini juga yang dialami Yusuf Rijayanto, M.A. Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kalimantan Selatan pada saat melaksanakan tugas ke Pontianak Kalimantan Barat sempat mampir di sebuah rumah makan yang menyajikan salah satu menunya yaitu Cencalok merupakan udang rebon (udang yang kecil-kecil) yang difermentasi.

Penyajiannya dimasak dengan penambahan cabe yang rasanya sangat pedas. Dari hal tersebut Yusuf mencari bibit cabe tersebut untuk dicoba kembangkan di Kalimantan Selatan.

Sebagai Widyaiswara yang dituntut kompeten dibidangnya serta melakukan pengabdian terhadap masyarakat Yusuf melakukan Kajiwidya budidaya cabe yang memiliki rasa pedas tersebut.

Saat diwawancarai mengenai nama cabe tersebut Yusuf menjawab dengan tersipu ini cabe Almira.

Yusuf menyampaikan bahwa sebenarnya lupa dengan nama cabe terebut akan tetapi Yusuf memberi nama Almira yang artinya perempuan atau putri karena bentuk buah cabe yang seperti mahkota ratu / raja dan karena rasanya yang sangat pedas atau ratu/raja pedas. Dengan alasan tersebut Lombok ini diberi nama ratu (almira) pedas.

Untuk dapat melaksanakan tugasnya sebagai tenaga yang professional maka Widyaiswara dituntut untuk selalu, terus dan terus untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya.

Kajiwidya adalah salah satu caranya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keyakinan seorang Widyaiswara terhadap suatu ilmu atau teknologi yang akan diajarkannya nanti. Seperti yang dilakukan oleh Yusuf Rijayanto, M.A sedang melaksanakan Kajiwidya yang berjudul Budidaya Cabai Almira. Pada saat diwawancarai mengenai nama cabe tersebut Yusuf menjawab dengan tersipu ini cabe Almira.

Yusuf menyampaikan bahwa sebenarnya lupa dengan nama cabe terebut akan tetapi Yusuf memberi nama Almira yang artinya perempuan atau putri karena bentuk buah cabe yang seperti mahkota ratu / raja dan karena rasanya yang sangat pedas atau ratu/raja pedas. Dengan alasan tersebut Lombok ini diberi nama ratu (almira) pedas atau si Ratu Pedas.

Menurutnya alasan Kajiwidya ini adalah ingin mengembangkan salah satu jenis cabai yang memiliki rasa yang sangat pedas, sehingga dimungkinkan dapat menambah varian cabai dipasaran selain itu permasalahan harga cabai yang relative cukup tinggi.

Dengan  berkembangnya cabai Almira ini nantinya diharapkan dapat membantu para konsumen yang khususnya para pedangan masakan pedas dapat menggunakan cabai almira dengan jumlah yang relative lebih sedikit namun rasa pedasnya dapat terpenuhi.

Selain itu juga Yusuf menyampaikan bahwa dirinya sudah mendekati masa pensiun yang artinya tidak lama lagi harus meninggalkan BBPP Binuang tercinta ini yang sudah bersamanya selama 40 tahun.

Pengkajian budidaya cabai almira ini tidak hanya dilakukan oleh dirinya akan tetapi juga oleh beberapa petani disekitar BBPP Binuang, tegasnya. Hal ini dilakukan dengan membagikan bibit-bibit hasil persemainnya kepada petani terpilih sekitar BBPP Binuang.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang Yulia Asni Kurniawati berharap melalui kegiatan Kajiwidya yang merupakan tugas Widyaiswara yang mulya ini dapat memberikan manfaat.

Penulis: Yusuf Rijayanto, MA
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan