SC Video Lama Jadi Caption Berita Rokok Ilegal, William: Itu Tidak Benar dan Menyesatkan Publik

banner 120x600

JKM.COM, MELAWI – Menanggapi adanya pemberitaan disejumlah flatform media online yang berjudul “Maraknya Peredaran Rokok Beda Pita Cukai di Melawi, Warga Pertanyakan Tindakan Aparat”, William selaku pihak yang disebut dalam narasi berita tersebut menyampaikan bantahan tegas terkait penggunaan caption/ foto serta cuplikan video lama yang dikaitkan dengan dirinya.

William pun menegaskan bahwa visual berupa foto dan (screenshot) SC video yang ditampilkan dalam berita tersebut bukanlah dokumentasi baru, melainkan rekaman lama yang pernah beredar di media sosial pada 8 Juli 2025 lalu. Ia menyayangkan tindakan media yang menggunakannya kembali tanpa proses verifikasi yang memadai.

“Saya sangat menyayangkan cara mempublikasikan berita seperti itu. Foto dan video yang digunakan adalah rekaman lama dari salah satu akun media sosial, lalu diambil screenshot-nya dan dipasang sebagai dokumentasi. Ini sangat tidak mendidik dan jelas menyesatkan publik,” tegas William pada Jumat, (28/11/2025).

Ia juga membantah keras keterlibatan dirinya dalam aktivitas peredaran rokok ilegal sebagaimana diberitakan. Dirinya tidak pernah menjual rokok ERA maupun produk lain yang masuk kategori berbeda pita cukai atau ilegal. Penggunaan visual lama itu, menurutnya, telah menimbulkan persepsi keliru dan berpotensi mencoreng nama baiknya.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah menjual rokok ERA atau rokok ilegal jenis apa pun. Penggunaan foto lama itu membuat saya seolah-olah terlibat dalam kegiatan yang sama sekali tidak pernah saya lakukan,” ujarnya.

Dalam pemberitaan tersebut ditampilkan gambar sebuah truk box berwarna kuning yang dikaitkan dengan dugaan pengiriman rokok ilegal di wilayah Nanga Pinoh. William menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan aktivitas bongkar muat yang dimaksud. Ia meminta media untuk lebih berhati-hati, terutama ketika menampilkan visual yang berpotensi mengarah pada tuduhan yang tidak berdasar.

“Saya tidak ada hubungannya dengan truk ataupun aktivitas bongkar muat yang diberitakan itu. Sangat disayangkan ketika media memakai potongan video lama tanpa memberikan konteks yang benar, sehingga muncul opini keliru,” jelasnya.

William juga menyampaikan bahwa dirinya menghargai upaya aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran rokok ilegal di Kabupaten Melawi. Namun, ia mengingatkan bahwa pemberitaan harus disajikan secara profesional dan berimbang dengan mengedepankan fakta serta verifikasi yang akurat.

“Saya mendukung penuh penegakan hukum terkait rokok ilegal, itu penting. Tapi jangan sampai ada pihak yang tidak tahu menahu justru diseret oleh informasi yang tidak benar. Media punya tanggung jawab moral untuk menyajikan fakta, bukan sekadar memanfaatkan foto lama demi menguatkan narasi,” imbuh William.

Melalui pernyataan ini William pun berharap media yang memuat pemberitaan tersebut dapat segera melakukan klarifikasi dan koreksi.

“Saya berharap ada koreksi terbuka dari pihak media. Jangan sampai publik terus disuguhi informasi keliru yang berdampak menjatuhkan nama baik orang lain,” tutupnya.


banner 336x280

Tinggalkan Balasan