MELAWI – KALBAR, JKM | Jogah pria berusia 48 tahun korban kecelakaan kerja pembangunan Tower WiFi dari Kementerian Kominfo yang terjatuh dari ketinggian kurang lebih 20 meter nasibnya sampai saat ini masih terkatung-katung.
Diketahui PT. POOL tempat ia bekerja merupakan Sub Contractor pembangunan tower WiFi diKabupaten Melawi merupakan Rekanan PT. Semesta Energi Servis (PT. SES)
Jogah yang merupakan salah seorang pekerja pada perusahaan yang mendirikan tower WiFi di Desa Nanga Entebah, Kecamatan Belimbing. Pada hari Minggu tanggal 05 Desember 2021 yang lalu mengalami kecelakaan kerja jatuh dari ketinggian kurang lebih 20 meter saat berkerja dalam pemasangan instalasi tiang tower WiFi tim Erektor, akibat dari kecelakaan kerja tersebut ia mengalami lumpuh dan saat ini sedang dalam perawatan medis di ruang ICU RSUD Melawi.
Mukarius, Kepala Dusun Batu Slimbing, Desa Nanga Raya, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi juga menyampaikan hal yang sama dan membenarkan kecelakaan kerja yang menimpa Jogah pada hari Minggu 05 Desember 2021 lalu, sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Citra Husada. kondisinya juga harus mendapatkan perawatan lebih intensif lagi dan harus dirujuk dikarenakan setengah dari anggota tubuh dari pinggang sampai kaki tidak bisa digerakkan bahkan seluruh tubuhnya mati rasa atau lumpuh.
“Dikarenakan kondisi Jogah cukup parah dari RSCH Melawi merekomendasikan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak karena terkendala biaya Jogah akhirnya dibawa pulang kembali ke Kabupaten Melawi”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Mukarius mengatakan, dirujuknya Jogah ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak pada tanggal 08 Desember 2021 sudah atas persetujuan Ahdian Noor selaku Project Manager PT.POOL. Dan segala biaya perawatan selama di RSCH dan biaya ambulance ke Pontianak Rp. 6.121.000, (enam juta seratus dua puluh satu ribu rupiah) di tanggung PT. POOL.
“Manajemen PT.POOL atas nama PT. Semesta Energi Servis telah memberikan bantuan tali asih dengan total Rp. 15.000.000. ( Lima belas juta rupiah ), namun biaya tersebut tidak lah cukup untuk biaya berobat Jogah. Sebab berdasarkan hasil Scanning terdapat ada syaraf yang terjepit dibagian leher. Menurut dokter yang merawat harus dioperasi dan membutuhkan biaya yang cukup besar”, bebernya.
Selain itu Mukarius juga menegaskan, tentunya dengan kondisi Jogah saat ini keluarga sangat kesulitan dalam membiayai pengobatan, hal ini disebabkan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Tentunya kami minta pertanggung jawaban sepenuhnya dari pihak perusahaan PT.POOL serta sub kontraktor pelaksana kegiatan proyek tower triangle tersebut.
“Dalam hal ini kami sangat berharap ada itikad baik dari pihak perusahaan dalam menyelesaikan permasalahan ini, dan kami selalu berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun jika jalan secara kekeluargaan tidak ada titik terang kami akan menempuh jalur penyelesaian yang lebih tinggi”, tegasnya.
Secara terpisah saat awak media pada hari Jumat, (7/01/2022) ingin mengkonfirmasi Adian Noor selaku Project Manager PT. POOL terkait permasalahan tersebut melalui Via pesan WhatsApp namun tidak ditanggapi. Bahkan pesan yang dikirim melalui WhatsApp sudah terbaca namun pesan yang tersampaikan tersebut tidak di balas dan terkesan menghindar.
(Red)













