Kisah Sukses Suparman, Petani Batu Raya Berhasil Budidaya Dan Panen Pisang Hingga 40 Ton

banner 120x600

JKM.COM, KALTENG – “Pertanian ini tak kan lekang oleh waktu. Pertanian bak merpati putih yang tak pernah ingkar janji,” Nasihat Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi melalui Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Yulia Asni Kurniawati selalu berusaha mensupport petani dengan meningkatkan pengetahuan SDM Pertanian.

Di sisi lain, Keberhasilan ialah milik orang orang yang mau berusaha dan belajar dari kegagalan.

Mungkin pepatah itulah yang menggambarkan profil Suparman. Ia merupakan petani asal Kecamatan Batu Raya, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatannya saat di konfirmasi melalui WhatsApp, ia mengungkapkan dirinya bersama petani di Kecamatan Batu Raya sempat berbudidaya tanaman jagung. Namun, karena kondisi dan harga pupuk yang semakin melejit membuat usahanya semakin drop.

“Lebih-lebih sekarang pemerintah membatasi penebusan pupuk bersubsidi.Dan saat ini pemerintah tidak membantu bibit jagung untuk petani,” Curhatnya pada Jum’at (21/10).

Namun ditengah keterbatasan itu, Suparman tidak kehilangan asa. Ia tetap berusaha dan memutar otak, dan akhirnya tercetuslah untuk berbudidaya tanaman pisang.

“Petani Batu Raya pindah dibudidaya tanaman pisang sejak dua tahun terakhir karena budidaya jagung tidak seimbang antara hasil dan modal,” Ungkap Suparman.

Pucuk dicinta,ulam pun tiba. Usaha dan ketekunan Suparman bersama petani di kecamatan Batu Raya mulai menuangkan hasil.

“Saat ini kami menjadi pemasok buah pisang terbesar ke Kota Palangkaraya, setelah hasil tanaman jagung merosot hasilnya. Kini, Dalam 1 minggu kami mampu pengiriman mencapai 30- 40 ton ke kota Palangkaraya” paparnya.

Namun ditengah keberhasilannya, Suparman masih ingin terus menggenjot usaha taninya, dan berharap dukungan dari semua pihak.

“Untuk saat ini hasil produksi kami belum mencukupi kebutuhan pasar di Palangkaraya. Kalau dari Dinas Pertanian setempat belum ada respon tentang Pisang. Kami berharap, kedepannya ada perhatian dari pihak terkait,” Harapnya.

Penulis: Soleh Wahyudi, S.ST, M.I.Kom
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom


banner 336x280

Tinggalkan Balasan