JKM.COM, BALANGAN – Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo,SH, M.Si, MH. Pada arahannya mengajak para penyuluh pertanian untuk lebih serius dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.
“Penyuluh dan jaring-jaring pertanian yang ada sekarang itu harus kerja lebih serius,” ujar Mentan Syahrul.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi,M. Agr. Mengatakan pihaknya concern dalam pengawalan dan pendampingan penyuluh.
Penyuluh Pertanian Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyuluh Pertanian PNS adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup Pertanian untuk melakukan kegiatan Penyuluhan Pertanian.
Penyuluh Pertanian lebih dikenal dengan sebutan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sesuai dengan tugas pokok dalam jabatannya mereka melakukan kegiatan penyuluhan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan serta pengembangan penyuluhan pertanian. Mereka sering disebut sebagai ujung tombak pembangunan pertanian.
Mengingat pentingnya peran PPL dalam pembangunan pertanian maka Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan mrnyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Dan Staf Lapangan se Kabupaten Balangan tanggal 7 sampai 8 Nopember 2022.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Balangan H. Abdul Hadi, S.Ag., M.I.Kom, dan pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan penghargaan kepada para Penyuluh yang sudah bekerja sepenuh hati,
Bupati mengingatkan bahwa Kabupaten Balangan memiliki potensi dibidang pertanian yang sangat besar yang harus dikelola secara optimal. Sebagai bukti dukungan Bupati terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Balangan beliau menyediakan anggaran yang relative cukup besar untuk sector pertanian yang salah satunya berupa bantuan sarana prasarana pertanian seperti Hand Traktor, Rice milling, Jalan Usaha Tani (JUT) dan sebagainya, begitu pula kendaraan operasional bagi para Penyuluh.
Disisi lain sebagai bentuk penghargaan terhadap para penyuluh Bupati akan memberikan penghargaan kepada 10 orang PPL dengan kinerja terbaik.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan selaku penyelenggara kegiatan mempercayakan kepada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dalam hal ini adalah Widyaiswara sebagai narasumbernya. Widyaiswara yang ditugaskan oleh BBPP Binuang untuk kegiatan ini adalah Yusuf Rijayanto, M.A. dan Tota Totor Naibaho, SP., MP.
Kepala BBPP Binuang Yulia Dr.Ir. Asni Kurniawati, M.Si melalui Widyaiswara Ahli Madya Yusuf Rijayanto, M.A. mengingatkan bahwa dukungan yang diberikan oleh Bapak Bupati berupa sarana prasarana merupakan stimulus yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh para penyuluh dan petani dan terpenting adalah kinerja penyuluh. Beliau menyampaikan bahwa untuk bekerja dengan baik dan benar adalah menggunakan hati. Modal awal yang mendasar dalam bekerja adalah jiwa, para penyuluh harus menjiwai tugasnya, harus menjiwai petani dan pertanian.
Dengan hal tersebut para penyuluh baru dapat menjalankan tugasnya sebagai penyuluh. Materi-materi dalam kegiatan selama dua hari yaitu dasar-dasar penyuluhan, komunikasi yang efektif, penyusunan programa dan motoda penyuluhan.
Diakhir kegiatan para peserta menyampaikan terimakasih kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat ditunggu oleh para penyuluh serta kepada narasumber/Widyaiswara yang telah memberikan pencerahan, pembekalan, tuntunan dan motovasi untuk menjadi Penyuluh Pertanian Lapangan yang handal untuk membangun pertanian di Kabupaten Balangan.
Salah Satu peserta kegiatan Kris Pinus berharap kepada narasumber untuk dapat mendorong para penyuluh walau melalui telepon atau WhatsApp (WA).
Penulis: Yusuf Rijayanto, MA
Editor: M. Irfan Karuniawan, S.Kom













