Dilanda Banjir, Pedagang Pasar Tradisional Pindah ke Tepi Jalan Raya

banner 120x600

Melawi-Kalbar, JKM | Meningkatnya debit air di Kabupaten Melawi menyebabkan sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kecamatan Nanga Pinoh pindah di tepi Jalan Raya Provinsi Lintas Poros Tengah Kalimantan. Hal tersebut disebabkan kondisi pasar tradisional dan ruas di Jalan Markasan menuju pasar terendam air.

“Sudah dua hari kami pindah ke sini, karena kondisi pasar sebagian sudah terendam air. Sejak pindah pendapatan kami juga menurun, karena sepinya pembeli”. Ungkap Rizal, penjual ayam potong, Senin (6/9).

Rizal juga berharap banjir segera surut agar bisa berjualan normal seperti biasanya. Dirinya juga merasa repot harus memindahkan dagangannya ke tepi jalan dan menyimpannya kembali ke dalam lapak miliknya di dalam pasar tradisional tersebut.

“Dengan banjir begini, kami repot juga, karena harus memindahkan dagangan dari dalam pasar ke tepi jalan dan kalo tutup diangkut lagi ke dalam. Tapi apa boleh buat, kondisi banjir begini, mau jualan di dalam pun pembeli ndak masuk ke dalam karena air pasang”. Katanya.

Tak hanya pasar tradisional, namun beberapa ruas jalan di dalam Kota Juang ini pun terendam air. Seperti di jalan Garuda dan jalan disekitarnya juga terendam air akibat banjir.

Banjir besar yang melanda Kabupaten Melawi sebelumya juga pernah terjadi pada September 2020 lalu. Banjir tahun lalu juga membuat aktifitas warga dan perekonomian masyarakat sempat terpuruk karena akses menuju Kota Nanga Pinoh dan dalam Kota sendiri tergenang air selama beberapa pekan.

 

Penulis : Ade Shalahudin


banner 336x280

Tinggalkan Balasan