Kepala BPPSDMP Kementan: “Integrated Farming Penuhi Segala Kebutuhan Petani

banner 120x600

TAPIN-KALSEL, JKM | Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) kembali hadir mengisi dahaga ilmu bagi insan pertanian.

Hal ini diwujudkan dengan diselenggarakannnya Widyaiswara Sapa Kostratani (Wisatani) secara online melalui aplikasi zoom cloud meeting.

Wisatani yang sudah memasuki sesi ke 79 mengambil tema, “Prospek Integrated Farming berbasis Jagung”.

Adapun narasumber Wisatani kali ini diisi oleh Widyaiswara BBPP Binuang, Budiono, SP, MM. Ryan Nugraha dari PT. Japfa Comfeed Unit Banjarmasin, serta Jajang Apip Wahidin, Ketua P4S Bumi Kaya. Acara dikemas secara interaktif oleh moderaror yang merupakan widyaiswara BBPP Binuang, Retno Hermawan, S.P., M.Si.

Wisatani sesi 79 ini diselenggarakan pada rabu (08/12/21) yang berpusat di Agricultural Operation Room (AOR) BBPP Binuang.

Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.S.i saat membuka kegiatan wisatani mengatakan “Komoditas pertanian semakin lama semakin naik, asalkan bagaimana kita tau cara mengelola pertanian. Salah satunya dengan cara konsep pertanian terpadu (menggabungkan pertanian & peternakan),” ungkapnya.

“Kita hadirkan off taker dari Japfa Comfeed,Ryan Hugraha, agar peserta wisatani mampu langsung memasarkah hasil panen jagungnya. Selain itu kita juga menghadirkan narasumber dari Ketua P4S Bumi Kaya Kabupaten Tapin, Jajang Apip Wahidin yang telah berhasil menggunakan konsep Integrated Farming,” pungkas yulia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, integrated farming mengintegrasikan lintas sektor komoditas.

“Sistem integrated farming itu adalah sistem pertanian yang artinya di sana ada jagung, ada sayuran bahkan di situ ada kolam bisa juga ada lele, ada unggas, ada ternak,” tutur Dedi.

Dedi berharap integrated farming ini bisa memenuhi segala kebutuhan petani mulai dari tanaman, pupuk, dan mampu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) petani.

“Sebetulnya arahnya adalah zero wise. Misalkan dari kandang kan ada pupuk kandangnya, dari lahan kan ada biomasnya. Kan di situ ada komposnya. Dari situ dikembalikan ke rumahnya agar produktivitasnya meningkat,” kata Dedi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian terintegrasi merupakan pola baru untuk memberikan nilai tambah kepada petani. Dengan sistem pertanian terintegrasi, petani juga memperoleh keuntungan dari komoditas pendukung.

“Integrated farming ini merupakan pola satu areal banyak sektor yang bisa dimanfaatkan. Selain menopang tanaman utama petani, Integrated Farming juga memberikan nilai tambah,” ujarnya.

(Yusuf/Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan