Bangun Korporasi Senyum Cau Chocolate, Senyum Petani Kakao

banner 120x600

TABANAN-BALI, JKM | Dusun Cau terletak di kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Bali, sangat dekat dengan Desa Jatiluwih  salah satu warisan budaya dunia yang dilindungi UNESCO. Di Kecamatan ini juga terdapat Taman Makam Pahlawan Margarana sebagai simbol perlawanan rakyat Bali pada penjajah.

BBPP Binuang UPT Kementerian pertanian hadir dalam rangka Studi Banding di PT. Cau Chocolates yang didirikan Desember 2014 dan mulai beroperasi pertengahan 2016. PT. Cau Chocolates didirikan untuk memberikan kemudahan akses bagi petani kakao lokal untuk menyalurkan hasil pertaniannya. Hasil kakao dari petani sekitar, tidak akan dibeli sebelum Cau Chocolates melakukan pendampingan agar  kakao yang dihasilkan petani berkualitas tinggi dengan 2 syarat utama yaitu kakao harus memenuhi standar fermentasi dan organik.

Adalah I Wayan Alit Artha Wiguna Putra asli Bali kelahiran Tabanan 62  Tahun lalu membangun PT. Cau Chocolate atas dasar ingin membangun pertanian bali khususnya petani coklat bali dengan konsep korporasi petani. Moto cau chocolate ialah senyum cau chocolate, senyum petani kakao.

“Cau Chocolate kami dirikan Desember 2014 dan mulai beroperasi pertengahan tahun 2016” ujar Alit pendiri Cau Chocolate.

“Petani kakao dibali kami damping dalam proses budidaya hingga fermentasi, karena kunci dari keberhasilan coklat ialah pada kualitas fermentasi dan kualitas biji coklat untuk menghasilkan coklat yang berkualitas. Hasil kakao dari petani sekitar, kami dengan perlakuan pendampingan agar  kakao yang dihasilkan petani berkualitas tinggi dengan 2 syarat utama yaitu kakao harus memenuhi standar fermentasi dan organic. Saat ini reward yang kami berikan kepada petani kakao ialah berupa reward harga, kami selalu membeli harga biji kakao diatas harga rata-rata pasaran pada umumnya, sehingga memotivasi untuk petani meningkatkan kualitas biji kakaonya” kata Alit yang berprofesi juga sebagai PPL ini.

“kami sangat mendukung program pemerintah untuk menggiatkan sector hulu kakao, dimana saat ini bea/ pajak ekspor dinaikan sehingga merangsang agar biji kakao tidak di ekspor dalam bentuk mentah, tetapi sudah dalam bentuk hasil akhir yakni seperti bubuk kakao, coklat batangan siap konsumsi, dan butter kakao” ujarnya

“Dengan kondisi ini konsep Korporasi pertanian ada dapat ditumbuhkan dari Poktan-Gapoktan yang dikembangkan dari petani inovatif atau pelaku usaha pertanian yang sukses dengan mengkolaborasikan antara para gapoktan dalam hal penyatuan pengelolaan usaha skala ekonomi,” tuturnya.

“Kedepan Cau Chocolate dengan konsep bisnis korporasi, dimana setiap petani coklat di binaannya dapat membeli saham PT. Cau Chocolate agar petani coklat binaannya ikut merasakan keuntungan dari PT. Cau Chocolate, sesuai dengan moto kami, senyum Cau Chocolate, Senyum Petani Kakao” Pungkasnya.

(M.Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan