JKM.COM, MELAWI – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menggelar kegiatan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal serta pelantikan lima perangkat organisasi Muslimat NU. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota, serta tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan dilanjutkan dengan sambutan dari panitia penyelenggara. Momentum Harlah ke-80 ini menjadi refleksi perjalanan panjang Muslimat NU dalam berkhidmat kepada umat, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Halal Bihalal menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar anggota dan pengurus, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah pasca Hari Raya Idulfitri. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak jelas dalam interaksi para peserta yang saling bermaaf-maafan.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan lima perangkat organisasi Muslimat NU, yaitu Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU, Yayasan Pendidikan Muslimat NU, Yayasan Haji Muslimat NU, Yayasan Khidmat Muslimat NU dan Koperasi An-Nisa.
Pelantikan dilakukan secara resmi dengan pembacaan surat keputusan dan pengambilan sumpah jabatan bagi para pengurus yang dilantik. Dengan dilantiknya lima perangkat ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran Muslimat NU dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Dalam laporannya, Ketua PCMNU Melawi Fhitriani, S. Pd. I, M. Pd., menyampaikan bahwa Harlah ke-80 ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian dan inovasi dalam menjalankan program-program organisasi. Muslimat NU diharapkan terus hadir sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.
“Harlah Muslimat NU ke 80 menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga sekaligus aktor kunci pembangunan nasional menuju Indonesia emas 2045”, tegasnya.
Fhitriani juga mengatakan keterlibatan aktif perempuan sangat menentukan arah kebijakan dan keberlanjutan bangsa sesuai dengan asta cita Presiden RI yang menekankan penguatan sumberdaya manusia melalui pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta peran perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas.
“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota Muslimat NU untuk meningkatkan pengabdian melalui organisasi. Saya juga berharap Muslimat NU terus melahirkan perempuan-perempuan yang cerdas, berdaya dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya mengakhiri.













