Kementan RI Wujudkan “Smart Farming”

banner 120x600

TAPIN-KALSEL, JKM | Menyongsong tahun 2022 Menteri Pertanianan genjot program Petani Milenial, Para milenial dirayu dengan kegiatan nyata Smart Farming, dukungan fasilitas untuk menumbuhkan dan mengembangkan system agribisnis pertanian terpadu (Up Stream Agri, On Stream Agri, Down Stream Agri) dan support system and Institution yang merupakan wujud nyata dukung  infrastruktur, sarana mulai hulu hingga hilir baik kredit (KUR),ansuransi agri (Jasindo), Sarana IT dan fasilitas agro 4.0 ( otomatisasi irigasi, pemupukan, mekanisasi, pengaturan screen house otomatic) cukup dikontrol melalui smart phonenya.

Tentu tawaran yang menarik ini mampu menyedot ribuan bahkan jutaan kalangan milenial yang awalnya “Ogah” bertani kini “Gandrungi”. 

“Tentu ini kondisi awal kementerian pertanian raih kesuksesan untuk meyakinkan para kawula milenial untuk mencintai dunia pertanian, karena dengan pertanian dicintai, insyaallah pertanian tidak hanya menyenangkan tapi juga mampu menghidupi dan menyelamatkan proses suksesi bahkan revolusi transformasi agro dari pertanian “Kolodnial” menuju pertanian yang “Milenial”,  Ungkap Budiono, Widyaiswara yang menjadi peserta webinar smart farming dari BBPP Binuang pada Rabu, (19/01)

Bukti nyata lainnya adalah pertanian telah menjadi juru selamat bagi prekonomian nasional dan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi Covid-19.

Nilai ekspor pada 2020 mencapai Rp.451,8 triliun atau naik 15,79% jika dibandingkan 2019 sebesar Rp390,6 triliun,” kata Presiden Jokowi saat melepas Merdeka Ekspor Pertanian 2021 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu, tanggal 14 Agustus 2021.

Presiden mengatakan ekspor pertanian pada semester I/2021 cukup membanggakan, karena mencapai Rp282,86 triliun atau naik 14,05% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp202,05 triliun.

Peningkatan ekspor pertanian, kata Presiden, juga cukup memuaskan karena berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Juni 2020 mencapai 99,60.

Motivasi berikutnya makin derasnya dukungan kepada Kementan RI untuk merealisasikan Program Kostratani yaitu Pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Sebagai akibat masih besarnya angka kemiskinan menurut BPS mencapai 51% berada di perdesaan diantaranya 61% merupakan petani. Tentu kondisi ini menjadi tantangan bagi insan pertanian khususnya segenap jajaran Kementerian Pertanian RI.

Tantangan ini langsung terjawab sebagaimana telah disampaikan bapak menteri bahwa dengan membuka ragam jalur pemasaran (online, offline,ekspor dan substitusi komditas impor) akan meningktakan nilai tambah produk pertanian itu sendiri, memotivasi pelaku milenial untuk menggeluti sub sector agribisnis, meningkatkan kualitas dan daya saing dengan standar yang makin meningkat dan mampu berkompetisi pada berbagai segmen pasar dengan ragam kualitas dan jenis produk pertanian,” Tegas Jokowi.

Tentu ini selaras dengan  program program BPPSDMP yang terus disosialisasikan oleh Kepala Badan, Prof.Dedi Nursyamsi,M.Agr. Begitu juga Oleh Bapak Dr.Syahrul Yasin Limpo dibeberapa kesempatan saat kunjungan daerah dan saat membuka rapat koordinasi persiapan workshop Smart Farming tanggal 12 Januari 2022,  beliau senantiasa menyampaikan bahwa kita harus mendorong untuk mempercepat terwujudnya “Petani Milenial” .

Salah satunya adalah bagaimana para petani muda ini mampu menguasai teknologi smart farming dan smart market dengan membangun jejaring usaha (Jaringan Petani Nasional, JPN), Sekaligus petani milenial mampu mandiri memproduksi sarana produksi baik benih, pupuk organik, pestisida ramah lingkungan. Imbuh Prof Dedy Nursyamsi, Kepala BPPSDMP.

Dalam rangka menjemput “ bola kementan” yang telah digelindingkan diawal tahun 2022 dan Penyerahan DIPA 2022 diakhir tahun 2021,Kepala BBPP Binuang, Dr.Yulia Asni Kurniawati,Msi memberikan motivasi agar para petani milenial mampu mengoptimalkan peluang usaha baik untuk melayani program food estate, Penguatan P4S, kemitraan usaha dengan pelaku usaha yang telah sukses dan program lainnya dan yang tak kecil energy kementan telah diluncurkan dengan harapan bisa menjadikan  para kader petani milenial (KPM) dan Petani Andalan (KPA), membangun kolaborasi bisnis dan mampu meresonansi kawula muda yang masih diluar gerbong JPN  Jelasnya.

“Oleh karena itu melalui UPT BBPP binuang, program tersebut dikembangkan dalam kegiatan Bimbingan Teknis, Pelatihan Teknis, Vokasi,Manajemen dan Tematik ”Tambah Dr.Yulia, disela sela persiapan pelatihan Smart Farming dalam waktu dekat.

(Budiono/Irfan)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan